Front Playboy Indonesia

“Ini sudah diluar kendali!”

“Ini sudah kelewat menyakitkan!”

“Ini bener-bener meresahkan!”

“Kami tak akan tinggal diam !”

Begitulah reaksi para playboy yang gue wawancara di sela-sela kesibukan gue. Nampaknya mereka jenuh, mereka gusar, mereka bergejolak tak menentu. 

Ada apa dengan para playboy?!?!?

Gue heran.

“Kami menjadi sasaran amukan wanita!” teriak playboy Jakarta.

“Kami dicurigai sebagai pemain wanita!” seru playboy bandung.

“Kami dicakar banyak wanita!” gusar playboy Yogyakarta. 
Ini agak kesian.

“Kami dilempari barang-barang kenangan oleh beberapa mantan!” sergah playboy Sulawesi.
Ini mulai anarkis.

“Mention kami nggak dibales-bales sama banyak wanita!” serang playboy Kalimantan.
Dia agak curhat.

Gue bener-bener miris.

INI DERITA GLOBAL!!

“Donnnn, bantu kami. Selamatkan reputasi playboy yang kian lama makin terkikis oleh kepercayaan wanita!”

“Donnn, kita harus kembalikan reputasi playboy di kancah percintaan Indonesia!”
Seru para playboy.

Nurani gue tersentak..

Sanubari gue terkoyak..

Gue harus demo di Kementrian Perhubungan. Yang menghubung-hubungkan aku-kamu-dia gitu deh. 

Tapi sebelum gue melancarkan orasi, gue mau tanya sama para wanita yang (katanya) merasa dipermainkan oleh eksistensi playboy di ranah perasmaraan.

Banyak yang bilang katanya playboy itu Bajingan. Padahal kami Cuma Bujangan.

Banyak yang bilang katanya playboy itu tukang tikung. Padahal kami kan cuma menyelamatkan wanita yang jelas-jelas nggak bahagia sama pacarnya.

Banyak yang bilang katanya playboy itu suka mainin perasaan wanita. Padahal kami kan cuma ingin menghibur hati wanita yang tercakar-cakar oleh ketidakpastian.

Banyak yang bilang katanya playboy itu cuma jual tampang. Ini kelewat menyakitkan. Padahal tampang kami kan pas-pasan. Pas gantengnya gitu..

Banyak yang bilang katanya playboy itu bejat. Sakitnya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata..

KALIAN OVERJUDGED!! KALIAN OVER UNDERESTIMATED!! KALIAN.. KALIAN.. KALIANNN...

Gue mau merenung disudut kamar.

GUE HARUS KLARIFIKASI. GUE HARUS KONFRENSI PERS..

Jadi gini,

“Playboy itu sebuah seni. Seni mengolah rasa, emosi, gejolak, kecamuk, dan air mata kedalam sebuah aksi. Kami ini seniman perasaan. Kami belajar semua hal tentang cinta dari wanita. Kami adalah pemuja wanita. Terutama ibu kami. Jadi segala yang tercurah, tertuang, dan terukir di hati kami adalah wanita. Bukan berarti kami dengan mudahnya berpindah kesana kemari dari satu hati ke hati yang lain, tapi kami dilatih untuk moveon lebih cepat dari lelaki biasanya. Bukannya kami suka memainkan perasaan wanita, tapi kami memang punya seni untuk membuat wanita tersenyum, tertawa, sedih, dan bahkan berlinangan air mata di satu waktu..”

Gue nggak sengaja curhat ini..

Wahai wanita, bedakan Playboy dengan Bajingan. Karena, 

PLAYBOY IS NOT BAJINGAN AT ALL.

PLAYBOY IS NOT ABOUT PLAYING EMOTION AT ALL.

PLAYBOY IS LIKE FREDOM OF HONESTY..

PLAYBOY IS THE CELEBRATION OF EMOTION DUE TO TRUE..

PLAYBOY IS LIKE AN ART OF LOVE..

Sekali lagi, PLAYBOY IS NOT BAJINGAN AT ALL..

“Kami Playboy dan Don Juan Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Playboy Indonesia. Hal – hal mengenai pemindahan perasaan, kenangan, dan masa lalu dilaksanakan secara transparan, jujur, adil, dan dimove-on kan secepatnya dalam tempo yang tidak ditentukan."


    Jembatan Kenangan, 14 Februari 2012
      Atas nama Front Playboy Indonesia,
                                                                  
                    
                       Don - Juan
                                                                  


Dengan ini kami mengesahkan dibentuknya FPI. FRONT PLAYBOY INDONESIA...

Share:

0 Komentar